Heboh Tutup Botol Aqua Bisa Dicukil, Beredar Air Minum Kemasan Palsu?

Foto: Heboh Tutup Botol Aqua Bisa Dicukil, Beredar Air Minum Kemasan Palsu?



Soal kasus tutup botol Aqua, ini tanggapan Danone dan BPOM.

Kanal247.com - Video tutup botol air minuman kemasan merek Aqua yang bisa dicukil, menjadi trending di jejaring sosial YouTube. Hingga kini, video berjudul "Tutup botol aqua" itu telah ditonton lebih dari satu juta netizen.

Dalam video, terlihat sekelompok orang yang sepertinya berada di sebuah perkantoran, menunjukkan bagaimana tutup botol Aqua berukuran 330 ml dengan mudahnya dicukil memakai tangan pada bagian atas. Namun, saat dibuka secara memutar seperti pada umumnya, tutup botol masih berbunyi seolah tersegel.

Banyak netizen kemudian bertanya-tanya soal keanehan tutup botol Aqua 330 ml tersebut. Pertanyaan yang mencuat di publik adalah apakah botol ini merupakan kemasan baru, atau barang yang rusak secara produksi, atau justru air minum kemasan palsu?


"Makasih buat yang udah upload, jadi harus berhati-hati sekarang terutama spt saya yg anak kos yg selalu minum air dalam kemasan ," ujar seorang netizen. "BPOM segera menindak, masyarakat jadi resah niiih ," ujar yang lainnya. "Ini Aqua yang palsu , bukan yang baru ," kata netizen lain. "Positif thinking aja.. mungkin kesalahan pabrik.. jangan asal berspekulasi buruk.. tanya aja langsung layanan bebas pulsa nya kn ada,, peace! ," timpal yang lainnya.

Setelah ditelusuri, ternyata keluhan seputar tutup Aqua botol kemasan 330 ml sudah ada sejak tanggal 18 Juli lalu. Hal ini diungkap oleh seorang netizen pengguna Twitter.

Soal keanehan tutup botol Aqua ini, pihak perusahaan terkait memberikan pernyataan resmi. Dikutip dari website resmi Aqua, berikut pernyataannya yang diposting pada 26 Juli 2017, pukul 08:24.

"PT Tirta Investama, produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek AQUA, menerima masukan dari masyarakat mengenai adanya kondisi tidak standar pada tutup botol AQUA 330 ml kami. Kami menghargai dan berterimakasih atas informasi yang disampaikan oleh masyarakat. Informasi tersebut langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan penelusuran, baik secara internal maupun di pasar."

"Sesuai dengan komitmen kami untuk menjaga kualitas produk, konsumen yang menemukan produk botol AQUA 330 ml dengan kondisi tutup tidak standar tersebut dapat menukarkan produknya ke tempat pembelian semula, tanpa tambahan biaya."

"Kami juga ingin meyakinkan masyarakat bahwa produk AQUA lainnya dengan tutup botol standar tetap aman dikonsumsi karena telah melalui proses produksi yang ketat dan higienis mulai dari sumber air, proses produksi, hingga distribusi."

"Air minum mineral dalam kemasan yang diproduksi oleh AQUA telah melewati penelitian di laboratorium dan sudah memenuhi syarat ketentuan Standard Nasional Indonesia (SNI), baik dari sisi kemasan maupun isinya. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi layanan AQUA Menyapa (bebas pulsa) di nomor 0800 15 88888."

Menanggapi hal ini, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM), Suratmono, mengatakan air minum dalam kemasan yang tutupnya bisa dicungkil bukanlah produk palsu. Namun Suratmono tetap mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir menanggapi video yang viral di masyarakat itu.

"Tidak usah galau, tidak usah risau. Yang bisa saya pastikan itu adalah bukan produk palsu dan dipalsukan," tegas Suratmono. Sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat, BPOM telah melayangkan surat pemanggilan dan bertemu dengan produsen. Tujuannya adalah untuk meminta klarifikasi dari produsen terkait keamanan pangan tutup atas botol yang dengan mudah dicungkil.

Selain itu, BPOM juga ikut menelusuri temuan yang mulanya disebar melalui video. Kemungkinan terjadi kerusakan beberapa tutup botol dalam proses produksi yang dikenal dengan istilah "pecah koin". "Kemungkinan, dalam produk yang jumlahnya massal itu bisa terjadi beberapa tutup botol yang ketahanannya berbeda dari standar dan itu yang sedang kita dalami. Biasanya ada kesalahan ditutup botol ini disebut pecah koin," ujarnya.

Komentar Anda

Rekomendasi Artikel