Kursi Hajatannya Viral Usai Dipakai Model Korea, Ini Reaksi Pemiliknya di Wonogiri
Simak bagaimana kursi dari Wonogiri itu bisa sampai digunakan sebagai properti pemotretan hingga jadi viral seperti sekarang.
Kanal247.com - Tidak pernah terbayangkan di benak Sunardi, warga Crabak RT 003, RW 003, Gambiranom, Kismantoro, Wonogiri, jika kursi bekas yang pernah menjadi aset usaha penyewaan perlengkapan hajatan miliknya menjadi viral di dunia. Kursi itu menjadi viral setelah digunakan seorang model cilik Korea Selatan, Lee Eun Chae dalam pemotretannya tanggal 31 Desember 2017 lalu.
Kursinya menjadi viral, kini Sunardi mengaku. Tulisan Sekar Tanjung yang ada di kursi properti pemotretan itu merupakan nama usaha persewaan alat pesta milik bapak dua anak itu. "Awalnya saya ragu apa betul kursi itu punya saya dulu. Setelah saya perhatikan detail warna dan tulisannya ternyata sama dengan kursi punya saya dulu," kata Sunardi saat dihubungi Solopos.com, 25 Januari lalu yang kemudian dilansir Liputan6.
Sunardi menceritakan dia membeli kursi gembreng seharga Rp 13.000/unit sebanyak 300 unit sebelum 1998, tak lama setelah membuka usaha persewaan perlengkapan hajatan. Aset kursinya bertambah hingga mencapai 1.000 unit seiring berkembangnya usaha. Seluruh kursi dicat dengan warna sama, hitam di bagian kerangka dan warna orange di sandaran dan lempengan di bagian dudukan. Bagian sandaran belakang diberi tulisan Sekar-Tanjung, Kismantoro dengan cat semprot.
Di sisi kanan dan kiri kata kismantoro terdapat variasi dua garis pendek dan di tengahnya terdapat satu garis lebih panjang. Tulisan itu menjadi ciri khas hingga sekarang. Kini kursi gembreng milik Sunardi tinggal 750 unit. "Dahulu kursi itu laris. Sejak enam tahun lalu tidak ada yang mau menyewa kursi seperti itu lagi. Orang lebih memilih kursi lipat atau kursi plastik. Akhirnya semua kursi saya simpan di gudang," jelasnya.
Sunardi kemudian menjual kursi itu kepada Misni, warga Gesing RT 002/RW 001, Desa Gesing, Kismantoro sekitar 1,5 tahun lalu. Sunardi menjual 740 unit seharga Rp30.000/unit - Rp35.000/unit tergantung kondisi kursi. Sebanyak 10 unit lainnya tetap disimpan untuk kenang-kenangan. Kursi itu juga menjadi saksi bisu perjuangan Sunardi merintis usaha persewaan perlengkapan pesta.
Misni memberitahu Sunardi bahwa kursi-kursi itu dijual kepada pengepul di Bali. Pengepul tersebut menjual lagi kepada pemesan di luar negeri. Barang bekas dari Indonesia biasa digunakan untuk properti kafe, taman, dan sebagainya. Menurutnya, tidak mustahil barang bekas yang dijualnya sampai ke Korea, karena pasar pengepul di Bali memang sampai ke berbagai negara.
"Selanjutnya, kursi saya dijual ke luar negeri atau bagaimana saya kurang tahu. Kalau sekarang kabarnya sampai di Korea ya saya ikut senang. Enggak nyangka malah sudah sampai ke luar negeri," jelas Sunardi. "Turut senang ternyata barang bekas yang pernah saya beli jadi properti yang menarik di luar negeri."






