Selamat Karena Kotak Hitam, Ifan Seventeen Ungkap Sosok yang Membantunya Usai Tsunami

Foto: Selamat Karena Kotak Hitam, Ifan Seventeen Ungkap Sosok yang Membantunya Usai Tsunami Instagram



Ifan Seventeen mengungkap ada orang yang membantunya dengan ikhlas setelah tsunami meski tak mengenalnya sama sekali.

Kanal247.com - Selamatnya Ifan Seventeen (II) dari musibah tsunami yang Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12) merupakan keajaiban yang luar biasa. Dalan postingannya baru-baru ini, vokalis Seventeen itu mengungkap cerita dirinya berjuang menyelamatkan diri dengan sebuah kotak hitam.

"Sebenernya Allah mengirimkan tiga penyelamat waktu bencana kemarin. Yang pertama, kotak hitam ditengah yang Allah kirimkan sebagai penyambung nyawaku saat aku terkatung2 ditengah laut selama 2 jam, dengan jarak hampir 1km dari bibir pantai bersama 3 orang lainnya. Walaupun sudah setengah mengapung, tapi masih mampu menjadi sandaran jari-jari kami saat kami benar2 kelelahan dan kehabisan nafas," tulisnya.

Dalam postingan itu ia juga mengungkap orang-orang yang ditemuinya sesaat setelah selamat dan terpisah dari sahabat atau timnya yang lain. Bahkan menurutnya mereka rela mengantarkannya kemanapun dan memenuhi kebutuhannya.

View this post on Instagram

Sebenernya Allah mengirimkan tiga penyelamat waktu bencana kemarin. Yang pertama, kotak hitam ditengah yang Allah kirimkan sebagai penyambung nyawaku saat aku terkatung2 ditengah laut selama 2 jam, dengan jarak hampir 1km dari bibir pantai bersama 3 orang lainnya Walaupun sudah setengah mengapung, tapi masih mampu menjadi sandaran jari-jari kami saat kami benar2 kelelahan dan kehabisan nafas • Yang kedua dan ketiga adalah mas @episoemarna (kanan) dan bang @yusrankiyut (kiri), pertemuan tak sengaja di tengah jalan dan di ruang igd rumah sakit, ditengah kebingunganku, tanpa kendaraan, tanpa arah, tanpa uang sepeserpun yang aku pegang waktu itu. Dengan keadaan yang tidak saling kenal, mereka dengan ikhlas memberikan waktu mereka 2 hari full, dari mengantarkanku kemanapun, memberikanku makanan, meminjamkan sarung dan pakaian, tas, obat2an, jaket yang mereka pakai saat aku kedinginan, menyebarkan data kepada relawan tentang ciri-ciri istriku, sampai memberikan support moril dalam proses pencarian istri dan drummerku selama disana. Mas Epi, bang Yusron, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan mas Epi dan bang Yusron, ga akan cukup aku yang ngebales 🙏🏼 • Ya Allah ya Tuhanku, terimakasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan, semoga semua yang selamat selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan semua yang telah wafat diterima disisiMu yang paling mulia ya Allah, Al-fatihah.

A post shared by Riefian Fajarsyah (@ifanseventeen) on

"Yang kedua dan ketiga adalah mas @episoemarna (kanan) dan bang @yusrankiyut (kiri), pertemuan tak sengaja di tengah jalan dan di ruang igd rumah sakit, ditengah kebingunganku, tanpa kendaraan, tanpa arah, tanpa uang sepeserpun yang aku pegang waktu itu," imbuh Ifan. "Dengan keadaan yang tidak saling kenal, mereka dengan ikhlas memberikan waktu mereka 2 hari full, dari mengantarkanku kemanapun, memberikanku makanan, meminjamkan sarung dan pakaian, tas, obat2an, jaket yang mereka pakai saat aku kedinginan, menyebarkan data kepada relawan tentang ciri-ciri istriku, sampai memberikan support moril dalam proses pencarian istri dan drummerku selama disana. Mas Epi, bang Yusron, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan mas Epi dan bang Yusron, ga akan cukup aku yang ngebales," imbuhnya lagi. 

Lebih lanjut, di bagian akhir Ifan juga berterima kasih pada Tuhan atas kesempatan yang diberikan sehingga ia bisa selamat. "Ya Allah ya Tuhanku, terimakasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan, semoga semua yang selamat selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan semua yang telah wafat diterima disisiMu yang paling mulia ya Allah, Al-fatihah," pungkasnya.

Sementara itu, meski selamat dari musibah tsunami Ifan harus kehilangan tiga personel band Seventeen, Herman, Bani dan Andi. Ketiganya tewas dalam tsunami tersebut. Tidak hanya itu saja, sang istri Dylan Sahara juga meninggal dunia karena musibah yang sama.

Komentar Anda

Rekomendasi Artikel