Film Feminis Gong Yoo dan Jung Yu Mi 'Kim Ji Young: Born 1982' Rilis di 37 Negara Berbeda
Sempat menuai kontroversi akhirnya film 'Kim Ji Young: Born 1982' resmi dirilis 24 Oktober di Korea. Bahkan film yang dibintangi oleh Gong Yoo dan Jung Yu Mi ini juga diputar di 37 negara berbeda.
Kanal247.com - Film Korea terbaru bertajuk "Kim Ji Yong: Born 1982" akhirnya resmi dirilis di negara asalnya pada Kamis (24/10). Sejak awal perilisannya film yang dibintangi oleh dua artis papan atas yakni Gong Yoo dan Jung Yu Mi ini berhasil berada di peringkat teratas.
Tak hanya itu, prestasi yang ditorehkan oleh film ini juga cukup hebat. Pasalnya film otobiografi ini juga telah diekspor dan resmi ditayangkan di 37 negara berbeda di seluruh dunia. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh pihak Lotte Entertainment selaku distributor film. Diantaranya adalah Thailand, Australia, Hongkong, Taiwan, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam dan Laos.
Dalam film ini Jung Yu Mi, yang memerankan karakter utama Ji Young. Sedangkan Gong Yoo memerankan tokoh suami Ji Young. Ini adalah kisah perjalanan seorang Kim Ji Young dan kenyataan yang dia hadapi selama hidupnya. Meski sempat menuai beragam kontroversi dan penolakan nyatanya film ini berhasil memikat perhatian banyak orang di hari pertama perilisannya di Korea.
"Kim Ji Young: Born 1982" merupakan film keluarga yang menceritakan kehidupan pribadi dan keluarga seorang wanita bernama Kim Ji Young. Film dengan genre melankolis ini bercerita tentang sosok Kim Ji Young yang dipaksa keluar dari pekerjaannya karena hamil. Setelah itu, ia harus menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.
Film ini merupakan adaptasi dari novel terlaris di Korea Selatan dengan judul yang sama. Novel fiksi terlaris karya Cho Nam-joo ini sendiri diterbitkan pada 14 Oktober 2016 lalu. Sama seperti novelnya, film ini juga mendapat penolakan keras dari berbagai pihak. Pasalnya dinilai menjadi simbol perjuangan perempuan di tengah masyarakat Korea Selatan yang masih berpegang teguh pada konsep patriarki.
Para antifeminisme di Korea Selatan menilai film ini terlalu menyamaratakan bahwa kaum pria adalah kaum penindas. Padahal menurut mereka, kaum pria juga korban dari ketidaksetaraan gender seperti wajib militer yang hanya dibebankan kepada kaum pria saja.
Sejumlah kalangan artis juga turut mendukung film feminis ini. Salah satunya adalah Suzy yang membagikan poster film ini di laman Instagram pribadinya.






