Baru Dirilis 5 Hari, 'Kim Ji Young, Born 1982' Raih 1 Juta Penonton
'Kim Ji Young, Born 1982' telah melampaui 1 juta penonton bioskop lima hari setelah rilis. Bahkan film tersebut dapat menduduki angka lebih cepat dibandingkan karya hollywood lainnya seperti 'Alladin' dan 'Maleficent 2'.
Kanal247.com - "Kim Ji Young, Born 1982" telah melampaui 1 juta penonton bioskop lima hari setelah rilis. Menurut Dewan Film Korea, film ini merekam 1.000.002.130 penonton bioskop pada tanggal 27 Oktober pukul 3 malam waktu Korea Selatan.
Distributor film Lotte Entertainment mengungkapkan bahwa ini lebih cepat daripada film populer lainnya seperti "Aladdin" yang melampaui 1 juta penonton bioskop pada hari keenamnya. Selain itu "Bohemian Rhapsody" yang mencapai prestasi ini di hari kesembilan dan film Disney Angelina Jolie terbaru, "Maleficent 2" yang merekam 1 juta penonton bioskop pada hari ke 10 pemutaran perdana.
Dibintangi oleh Jung Yu Mi dan Gong Yoo, "Kim Ji Young, Born 1982" tetap berada di puncak box office selama empat hari sejak pemutaran perdana pada 23 Oktober. Berdasarkan pada novel terlaris oleh Jo Nam Joo, film ini menceritakan kisah seorang wanita bernama Kim Ji Young yang lahir pada tahun 1982 dan hidup pada tahun 2019 sekarang sebagai wanita karier, ibu, dan istri.
Selain Korea Selatan, "Kim Ji Yong: Born 1982" film otobiografi ini juga telah diekspor dan resmi ditayangkan di 37 negara berbeda di seluruh dunia. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh pihak Lotte Entertainment selaku distributor film. Diantaranya adalah Thailand, Australia, Hongkong, Taiwan, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam dan Laos.
Dalam film ini Jung Yu Mi, yang memerankan karakter utama Ji Young. Sedangkan Gong Yoo memerankan tokoh suami Ji Young. Ini adalah kisah perjalanan seorang Kim Ji Young dan kenyataan yang dia hadapi selama hidupnya. Meski sempat menuai beragam kontroversi dan penolakan nyatanya film ini berhasil memikat perhatian banyak orang di hari pertama perilisannya di Korea.
Film ini merupakan adaptasi dari novel terlaris di Korea Selatan dengan judul yang sama. Novel fiksi terlaris karya Cho Nam-joo ini sendiri diterbitkan pada 14 Oktober 2016 lalu. Sama seperti novelnya, film ini juga mendapat penolakan keras dari berbagai pihak. Pasalnya dinilai menjadi simbol perjuangan perempuan di tengah masyarakat Korea Selatan yang masih berpegang teguh pada konsep patriarki.






