Asosiasi Industri Label Rekaman Korea Bahas Kerugian Akibat COVID-19

Foto: Asosiasi Industri Label Rekaman Korea Bahas Kerugian Akibat COVID-19



Dampak COVID-19 yang melanda dunia juga dirasakan oleh industri hiburan. Baru-baru ini Asosiasi Industri Label Rekaman Korea merilis daftar kerugian akibat pandemi.

Kanal247.com - Pada 13 Agustus, Asosiasi Industri Label Rekaman Korea mengadakan seminar yang membahas dampak COVID-19 pada industri musik. Dalam seminar tersebut terungkap kerugian yang dihadapi industri musik akibat COVID-19 dari Februari hingga akhir Juli ini. Ada tiga topik yang dibahas selama seminar.

Diantaranya adalah perubahan dalam produksi album sejak COVID-19, pro dan kontra konser online, dan masalah keseluruhan industri musik. Selain perwakilan dari Asosiasi Industri Label Rekaman Korea, ada Korea Live Sound Association, teater seni pertunjukan Rolling Hall dan HanaTour V Hall, Sound Republica Inc. serta berbagai musisi dan pekerja dari industri musik yang juga mengikuti pertemuan tersebut.

Interpark, Lembaga Penelitian Arsip dan Catatan Korea, dan Badan Industri Teknologi Kebudayaan Chungnam juga menghadiri pertemuan tersebut. Asosiasi Industri Label Rekaman Korea mengungkapkan bahwa total 162 konser yang direncanakan di tempat dekat Hongdae dibatalkan, mengakibatkan kerugian 1,1 miliar won (sekitar 13,7 miliar rupaih).

Sebanyak 89 konser dari sebuah perusahaan anggota juga dibatalkan, dengan kerugian senilai 13,9 miliar won (sekitar 173,6 miliar rupiah). Di tingkat nasional, total 288 konser berantakan, yang mengakibatkan kerugian 106,4 miliar won (sekitar 1,3 triliun rupiah). Dengan total 539 pertunjukan dibatalkan, kerugian berjumlah total sekitar 121,3 miliar won (sekitar 1,5 triliun rupiah) sebagai ganti rugi.

Presiden Asosiasi Industri Label Rekaman Korea Lee Gyu Young berkata, “Ini adalah situasi di mana biaya produksi album tidak dapat ditutup hanya oleh pendapatan album. Kami menanggung biaya produksi melalui pendapatan dari sumber selain album dan salinan digital, yang meliputi konser, festival, dan dana perwakilan sendiri."

Mengenai tren peningkatan konser online yang diadakan karena COVID-19, presiden Asosiasi Suara Langsung Korea Go Jong Jin juga memberikan tanggapannya. "Setelah beralih ke konser online, perusahaan telah melakukan penjualan melalui penggunaan peralatan video. Namun, dalam hal audio, perusahaan sistem tidak memperoleh keuntungan yang signifikan karena konser diadakan tanpa penonton," jelasnya.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel