Sebelum Sang Kakak Meninggal Dunia, Boiyen dan Ibunya Sempat Ada Firasat Ini
Boiyen masih berduka atas kepergian sang kakak untuk selama-lamanya pada Rabu (3/3). Boiyen kemudian mengungkapkan bahwa ia sempat mendapat firasat ini sebelum sang kakak meninggal dunia.
Kanal247.com - Kabar duka datang dari komedian Boiyen. Diketahui, kakak Boiyen, Dudung Abdul Malik, menghembuskan napas terakhirnya usai tertabrak kereta di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (3/3). Kepergian sang kakak tercinta tentu masih menyisakan duka mendalam bagi Boiyen dan keluarganya.
Boiyen kemudian menceritakan seperti apa komunikasi terakhir dengan sang kakak. Boiyen mengaku sempat berkomunikasi pada malam yang sama sebelum sang kakak meninggal dunia.
"Malamnya itu masih ngirim martabak ke rumah," ungkap Boiyen dalam acara "Kopi Viral" pada Jumat (5/3). "Terus dia telepon dan tanya mama di mana gitu."
Selain itu, Boiyen mengaku sempat mendapat firasat mengenai kepergian sang kakak. Firasat itu datang dari mimpi. Tak hanya Boiyen saja, sang ibu pun juga mendapat firasat yang sama lewat mimpi.
"Sebelum kejadian aku ada mimpi gigi aku copot. Terus aku bilang mama, 'Ma, aku ngimpi gigi aku copot satu yang bawah'," tutur Boiyen. "Terus kata mama itu mah bunga tidur. Mama juga katanya mimpi diikutin sama suara burung berisik terus-terusan. Kata mama ya mudah-mudahan enggak ada apa-apa ya. Eh besok malamnya dapat info ini."
Wanita berusia 32 tahun ini kemudian menceritakan seperti apa kronologi dari kejadian nahas itu. Meski tak tahu pasti, beberapa orang saksi mata menjelaskan bahwa kakak Boiyen menerobos rel kereta.
"Aku tidak tahu pasti kronologisnya, tapi kata orang-orang, kakakku itu maju sedikit ke rel kereta, nerobos," kata Boiyen. "Tapi di situ memang enggak ada palang rel kereta. Dia bawa motor waktu itu."
Lebih lanjut, Boiyen menuturkan bahwa sang kakak pergi meninggalkan seorang istri dan dua anak. Sebagai adik, kejadian ini tentu sangat menyesakkan hati Boiyen.
"Aku merasa kayak kehilangan papa dua kali gitu. Maksudnya sekarang siapa yang ngelindungi gue lagi?" pungkas Boiyen. "Gue setiap hari juga lihat kakak di rumah nangis, terus takut mama sakit juga."






