Penuntut Kasus Manipulasi Suara 'Idol School' Ajukan Hukuman untuk Pelaku

Foto: Penuntut Kasus Manipulasi Suara 'Idol School' Ajukan Hukuman untuk Pelaku YouTube



Merasa dirugikan, penuntut merekomendasikan hukuman yang akan diajukan untuk menjebloskan dua pelaku kasus manipulasi suara itu dengan dakwaan penipuan serta menghalangi bisnis.

Kanal247.com - Kasus manipulasi suara penonton yang dilakukan oleh produser utama (CP) dari acara "Idol School" dan pemimpin tim perencanaan dan produksi serta akting masih berlanjut. Dalam perkembangan kasus ini, dilaporkan bahwa penuntut telah mengajukan hukuman yang direkomendasikan dalam persidangan yang sedang berlangsung.

Pada Senin (26/4), pengadilan distrik pusat Seoul yang dipimpin oleh hakim ketua Lee Won Joong mengadakan sidang untuk Kim Tae Eun, produser utama (CP) dari "Idol School" dan Kim yang merupakan pemimpin tim perencanaan dan produksi, akting serta pemimpin departemen di Mnet. Keduanya dituduh melakukan kejahatan yang sama oleh jaksa penuntut. Jaksa penuntut merekomendasikan agar Kim Tae Eun dihukum satu tahun enam bulan penjara dan "Kim" satu tahun penjara.

Kasus ini bermula ketika Mnet meluncurkan "Idol School" pada Juli 2017 sebagai kelanjutan atas popularitas serial "Produce 101" yang juga ditayangkan di saluran TV tersebut. "Idol School" dirancang untuk mendebutkan girl group melalui konsep belajar di sekolah atau asrama. Ada 41 peserta pelatihan memasuki sekolah dan menerima instruksi di berbagai bidang selama 11 minggu. Sebanyak sembilan anggota akan dipilih untuk debut di grup baru itu yang akhirnya menjadi Fromis 9.

Pada September 2019, karena serial "Produce 101" dicurigai memanipulasi suara penonton, polisi juga memperluas penyelidikan mereka ke "Idol School". Pada Juli 2020, Kim Tae Eun dan Kim didakwa dengan menghalangi bisnis dan penipuan.

Dalam persidangan pada November 2019, kedua terdakwa mengaku melakukan manipulasi suara, namun mengaku tidak bersalah dengan alasan tindakan mereka bukan merupakan tindak pidana.

Pengacara Kim Tae Eun berpendapat bahwa produser telah menyesuaikan suara karena peringkat pemirsa yang rendah dan jumlah partisipasi pemirsa yang rendah berarti suara keluarga dan kenalan memengaruhi persaingan. Jaksa penuntut berargumen bahwa tindakan mereka telah menimbulkan rasa kehilangan dan kerugian baik bagi kontestan maupun penonton. Ia juga mengungkapkan jika kejahatan tersebut tidak boleh dianggap enteng sebagai akibatnya.

Sementara itu, jaksa juga menambahkan bahwa harus diperhitungkan bahwa manipulasi tersebut tidak terjadi di beberapa musim seperti serial "Produce". Sidang terakhir dalam kasus ini akan berlangsung pada 10 Juni mendatang.

Komentar Anda

Tags

Rekomendasi Artikel