Album Aespa 'Savage' Punya Cerita Menarik Ala Metaverse, Dunia Kwangya Disebut

Foto: Album Aespa 'Savage' Punya Cerita Menarik Ala Metaverse, Dunia Kwangya Disebut Instagram



Comeback Aespa dalam album terbarunya 'Savage' menjadi hal yang dinantikan karena konsep unik yang akan membawa penggemar ke dunia fantasi ala metaverse dan avatar.

Kanal247.com - Mengingat penantian penggemar yang telah menunggu comeback dari Aespa disambut secara positif. Sejak merilis single debut mereka "Black Mamba" pada November 2020, aespa kini akan mengeluarkan album terbaru mereka "Savage".

Pada Senin (4/10), tercatat bahwa angka penjualan "Savage" melebihi 401.088 copy pre-order. Dalam acara konferensi pers comeback Aespa, Karina berkomentar, "Aku sangat terkejut mendengar bahwa album ini melampaui 400 ribu stok pre-order. Aku tidak berharap itu menerima begitu banyak perhatian karena ini adalah album pertama kami. Terima kasih atas cinta kalian penggemar kami."

Kemudian, Winter juga mengungkapkan jika ia juga terkejut atas tanggapan publik yang luar biasa. "Aku terkejut dan senang menerima minat yang luar biasa meskipun kami hanya pemula yang belum debut sejak lama. Aku pikir orang mendengarkan musik kami atau menonton pertunjukan kami karena mereka ingin tahu tentang metaverse dan avatar yang belum ada sebelumnya. Daripada merasa terbebani, kami ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa kami membaik dan tumbuh, jadi kami bekerja lebih keras," tutur Winter.

"Lagu 'Savage' adalah musik yang menunjukkan pertarungan kuat melawan Black Mamba, jadi kami mencoba menunjukkan penampilan yang lebih santai namun kuat," ungkap NingNing mengartikan tentang lagu tersebut.

Karina kemudian menjelaskan bahwa ada koreografi tentang garis yang mana tidak bisa dikalahkan dengan sebuah kata-kata yang unik. Menurut Karina, penggemar dapat dengan mudah mengikuti gerakan dance-nya. "Bagian chord disutradarai oleh Lee Soo Man. Kami merekam akord chord sebagai 'zzzzz,' tetapi ia ingin itu menjadi titik kunci lagu, jadi itu direvisi untuk 'tsk tsk'. Ketika kami mengatakan 'Aku merasa sangat menyesal untuk Anda,' kami katakan ' TSK TSK'. Jadi pesan lagu diubah menjadi bagaimana Black Mamba tidak dapat dibandingkan dengan kami," lanjut Karina membalas.

"Pertama, Black Mamba muncul dan ceritanya terus menunjukkan kepada kami pergi ke padang rumput. Kemudian dengan bantuan Navis, kami berjuang melawan Black Mamba. Kami punya kekuatan dan asisten tempur, dan kami melakukan tugas tambahan," ujar Giselle menambahkan konsep aespa yang tidak lain mengusung tentang dunia fantasi.

Karina melanjutkan bahwa comeback kali ini aespa mencoba menunjukkan pandangan dunia dan SMCU (SM Culture Universe) dengan berbagai cara dengan menggunakan hal-hal seperti animasi, avatar, dan grafik gerak. Untuk mengekspresikan pandangan dunia yang unik lebih intens, para anggota aespa menerapkan genre metaverse. Dengan menggunakan CGS dan properti tambahan dapat memungkinkan pemirsa untuk bisa menyaksikan cerita lain dari konsep SMCU ini.

Di samping itu, aespa telah mengundang perhatian karena koreografinya di lagu sebelumnya "Next Level". Oleh karena itu, mereka berharap jika koreografi "Savage" bisa lebih menakjubkan lagi. "Kami sangat memperhatikan untuk menunjukkan sisi kuat. Kami bertindak seolah-olah kamera adalah mata Black Mamba dan itu melata di lantai sambil melihat tepat pada kami. Kami juga mencoba menari sambil menatap dengan intens pada kamera seolah-olah kami akan memecahkannya," tutur Winter memberikan penjelasan.

"Savage" adalah mini album pertama aespa setelah "Black Mamba". Melalui album ini, aespa ingin menunjukkan berbagai sisi baik dari segi lagu pop, tarian dan dan lagu-lagu dengan pandangan dunia aespa, termasuk "Savage".

Giselle mengungkapkan jika sang produser musik Lee Soo Man sangat memperhatikan detail terkecil, seperti chord dan pengucapan dari penyanyinya. Album baru mereka mencakup enam lagu dari berbagai genre yaitu di antaranya "Savage", "Aenygy", "I’ll Make You Cry", "Yeppi Yeppi", "Ikonia", dan "Lucid Dream."

"Sudah setahun sejak kami debut. Sepertinya kami baru saja menampilkan 'Black Mamba' untuk pertama kalinya kemarin, tetapi waktu berlalu. Pada awalnya, aku merasa canggung dan gugup di depan kamera, tetapi sekarang aku sudah terbiasa dan dapat menikmati panggung. Aku berterima kasih kepada penggemar kami," ungkap NingNing menjelaskan.

Aespa berharap jika penggemarnya dapat menemukan dunia Kwangya (hutan belantara ala SM Entertainment) di setiap konsep album mereka. "Kami adalah idola terbaru untuk debut di SM Entertainment. Ketika orang memikirkan aespa, mereka akan memikirkan Kwangya, pandangan dunia kita," ungkap Winter.

"Kami adalah tim yang dapat melakukan tidak hanya lagu-lagu yang intens tetapi juga berbagai gaya, dan saya ingin memberi tahu orang-orang dari ekspansi pandangan dunia kami. Aku ingin mendengar orang berkata, 'Ini yang kuharapkan dari Aespa'," tutur Karina.

Sementara itu, "Savage" akan dirilis pada 5 Oktober pukul 6 malam. Aespa sendiri akan merayakan ulang tahun debut pertama mereka pada bulan November mendatang.

Komentar Anda

Rekomendasi Artikel