Rekan Artis Hingga Komika Banyak Terjerumus Narkoba, Marshel Widianto Bongkar 'Pemicu' Utama
Marshel Widianto bongkar 'pemicu' utama rekan-rekan komika hingga artis bisa sampai terjerumus ke narkoba. Hal ini ia ungkapkan dalam podcast Deddy Corbuzier saat kembali diundang menjadi bintang tamu.
Kanal247.com - Seperti diketahui beberapa tahun belakangan ini banyak dari nama-nama baru publik figur yang terjerumus kasus narkoba. Bahkan di awal tahun 2022, aktor-aktor muda hingga para komika tertangkap atas kasus tersebut.
Mulai dari Rizky Nazar, Ardhito Pramono, hingga dua komika ternama Ciko Pardede dan Fico Fachriza. Mengetahui itu, Marshel Widianto buka suara. Sebelumnya, kehidupan Marshel sendiri sebelum terjun entertaint lekat sekali dengan dunia narkoba.
Marshel bahkan pernah menjadi kurir barang terlarang itu. Beruntungnya sampai detik ini Marshel tak ada keinginan untuk coba-coba. Marshel memiliki pandangan yang kuat mengenai alasan rekan-rekannya terjerumus narkoba.
"Yang saya rasakan pada kenyataan penghibur itu memang butuh dihibur. Kita sering ngelawak dan mereka ingin butuh yang lebih. Memang sibuknya pekerjaan dan pada dasarnya kita tahu dan butuh rileks juga butuh diperhatikan," jelas Marshel di hadapan Deddy Corbuzier.
Lebih lanjut, Marshel mengatakan kebanyakan dari pemakai adalah orang-orang yang kesepian. Mereka tak bisa mengutarakan isi hatinya, kegelisahan yang dirasakan. Sehingga larinya ke narkoba.
"Ya gimana ya banyak teman-teman saya dulu, ketika saya memberikan narkoba, saya dulu kurir, rata-rata orang yang beli adalah orang yang kesepian. Rata-rata mereka gak bisa meluapkan apa yang dia rasakan kepada orang yang tepat," sambungnya lagi.
Sementara itu, Marshel menegaskan bahwa sebenarnya memakai narkoba itu tak semata-mata karena salah pergaulan melainkan sebuah pilihan. Dirinya yang dulunya sebagai kurir narkoba tetap memilih untuk tak memakai barang itu dengan alasan keluarga.
"Ya mungkin dibilang salah pergaulan gak, tapi salah pilihan. Meski saya kurir (narkoba), saya memilih untuk tidak (pakai), keluarga ya (alasannya). Saya gak mau keluarga susah, tapi saya liat ada teman-teman yang make hidupnya makin susah, mereka pake hidupnya makin susah, mereka maling, pencuri, bajing loncat." pungkasnya.






