Mengerikan, 5 Eksperimen Sadis Ini Pernah Dilakukan pada Manusia
Inilah eksperimen keji yang pernah dilakukan pada manusia.
Kanal247.com - Untuk melakukan pembuktian ilmiah secara sistematis sebagai suatu upaya dalam ilmu pengetahuan, manusia pernah dijadikan objek penelitian. Ini dinamakan Human experimentation (atau human subject research). Eksperimen terhadap manusia, khususnya dalam dunia medis dan kedokteran, menjadi topik kontroversial yang banyak menuai perdebatan. Jika dilakukan secara salah, melanggar etika, dan hukum internasional, akan menjadikannya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Dari berbagai macam kasus yang ada, berikut deretan eksperimen tersadis yang pernah dilakukan terhadap manusia.
1. Stanford Prison Experiment
Eksperimen penjara Stanford dilakukan pada 1971 oleh tim peneliti Stanford University yang dipimpin oleh psikolog, Philip Zimbardo. Mereka mengobservasi perilaku terpidana penjara dan petugas institusi pemenjaraan. Para relawan dibagi menjadi dua kelompok peran, yakni para terpidana dan petugas penjara. Tim peneliti membentuk sebuah penjara tiruan di ruang bawah tanah Fakultas Psikologi Stanford University.
Pendalaman peran para relawan ternyata melampaui batas yang ditentukan tim peneliti. Tak memakan waktu lama, para relawan menunjukkan perilaku berbahaya dan bertendensi melakukan tindakan kekerasan. Hampir sebagian besar relawan yang berperan sebagai tahanan mengalami trauma emosional, bahkan dua di antaranya harus dikeluarkan dari eksperimen lebih awal. Akhirnya, Zimbardo yang semakin khawatir dengan perilaku para relawan percobaan, menghentikan eksperimen lebih awal dari rencana.
2. The Monster Study
Eksperimen dilakukan terhadap 22 anak yatim piatu di Davenport, Iowa, Amerika Serikat, pada 1939. Studi itu dipimpin oleh Wendell Johnson dari University of Iowa dan dibantu oleh salah satu mahasiswa pasca-sarjananya, Mary Tudor, sebagai pemantau eksperimen. 22 anak yatim piatu tersebut ditempatkan dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tudor memberikan terapi "perlakuan dan ucapan positif" terhadap kelompok kontrol'. Sementara anak-anak dari kelompok eksperimen diberikan "perlakuan dan ucapan negatif".
Hasil memuaskan ditunjukkan oleh kelompok kontrol yang diberikan "perlakuan dan ucapan positif". Sebagian anak-anak yang menjadi subjek penelitian memperlakukan perilaku terpuji setelah penelitian berakhir. Namun, hasil mencengangkan terjadi pada kelompok eksperimen. Penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami dampak psikologis yang negatif dan bahkan mengalami masalah jangka panjang pasca penelitian itu selesai.
Bagi kalangan mahasiswa Fakultas Psikologi University of Iowa, eksperimen itu dijuluki "The Monster Study". Mereka merasa bahwa dampak eksperimen mengerikan itu dianggap berlebihan. Setelah eksperimen yang tersembunyi itu menjadi rahasia umum, University of Iowa akhirnya secara terbuka meminta maaf atas studi tersebut pada 2001.
3. Project 4.1
Project 4.1 merupakan sebuah studi medis yang dilakukan terhadap penduduk Kepulauan Marshall, Amerika Serikat. Studi itu dilakukan untuk melihat dampak radioaktif dari uji coba nuklir Bravo Castle Bravo (BCB) pada 1 Maret 1954 di Barisan Atol Bikini. Pada dekade pertama pasca-uji coba nuklir, dampak radioaktif yang melanda penduduk Kepulauan Marshall seperti keguguran pada ibu hamil dan deformitas fisik, menunjukkan inkonsistensi. Tim observator pun merasa bahwa efek tes nuklir BCB tak memberikan dampak signifikan pada penduduk lokal.
Namun, pada beberapa dekade selanjutnya, efek krusial mulai terlihat. Anak-anak mulai menderita kanker tiroid dan hampir sepertiga penduduk terpapar neoplasma (deformitas fisik akibat sel kanker) pada 1974. Akhirnya, sebuah laporan dari Kementerian Sumber Daya Energi AS menyimpulkan bahwa tes nuklir BCB 1954 memiliki tujuan ganda selain uji coba rudal atom. Yakni menjadikan penduduk Kepulauan Marshall sebagai kelinci percobaan dalam eksperimen dampak radiasi nuklir yang dilakukan oleh pemerintah.
4. Project MKULTRA
MKULTRA merupakan riset mengenai dampak fungsi otak atas keterpaparan terhadap zat kimiawi tertentu yang digagas oleh CIA Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk mengetahui dampak apa yang dihasilkan dari senyawa kimiawi tertentu jika dipapar pada otak manusia. Zat kimia yang digunakan berupa beragam senyawa narkotika berbasis LSD, yang dilarang menurut Ketentuan Nuremberg.
Perekrutan relawan eksperimen dilakukan secara ilegal. Mereka memanipulasi sejumlah individu untuk terlibat dalam uji coba, dan menipu mereka agar tidak menceritakan eksperimen rahasia itu ke publik. Pada 1973, Direktur CIA Richard Helms memerintahkan MKULTRA dan semua dokumen yang berkaitan dengan eksperimen itu untuk "dilenyapkan" serta memerintahkan Komunitas Intelijen AS membantah keberlangsungan tes tersebut.
5. Unit 731
Unit 731 merupakan penelitian dan pengembangan senjata biologis kimia yang dilakukan oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Unit tersebut bertanggung jawab atas beberapa kejahatan perang paling terkenal yang dilakukan oleh personel militer Nippon. Beberapa kekejaman terhadap subjek manusia yang dilakukan oleh unit yang dipimpin Shiro Ishii itu meliputi pembedahan orang hidup (termasuk wanita hamil), dan tahanan yang diamputasi anggota tubuhnya kemudian disambungkan kembali ke bagian lain tubuh mereka.
Bagian tubuh beberapa tahanan dibekukan dan dicairkan untuk mempelajari gangren yang tidak diobati. Mereka digunakan sebagai uji kasus hidup untuk granat dan pelontar api. Sejumlah tahanan juga disuntik penyakit dan diberikan vaksin yang belum terbukti keefektifannya, menjadikan mereka subjek eksperimen medis. Ishii sendiri lolos dari pengadilan Nuremberg. Ia bahkan diberikan kekebalan oleh Otoritas Kependudukan AS di Jepang dan tidak menjalani hukuman penjara.






