4 Mitos Gerhana Matahari dari Peradaban Kuno yang Melegenda

Foto: 4 Mitos Gerhana Matahari dari Peradaban Kuno yang Melegenda



Mitos-mitos ini menghantui manusia di zaman dulu, sehingga membuat mereka ketakutan dengan fenomena gerhana.

Kanal247.com - Zaman dulu gerhana matahari itu dianggap seram, dan merupakan fenomena yang membuat orang ketakutan. Hal ini disebabkan pengetahuan dan teknologi yang masih minim. Dari ketakutan itulah, muncul berbagai mitos tentang penyebab terjadinya gerhana, diiringi dengan berbagai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat kejadian. Seperti ini mitos-mistosnya.

1. Matahari yang Dimakan

Matahari yang Dimakan

Beberapa budaya menjelaskan gerhana terjadi karena iblis atau binatang seperti serigala memakan matahari atau bulan. Ketika serigala tersebut berhasil menangkap salah satunya, maka terjadilah gerhana. Menurut legenda Vietnam, gerhana terjadi karena seekor katak besar memakan bulan atau matahari. Di Tiongkok, naga dipercaya memakan matahari sehingga menyebabkan gerhana. Menurut mitos Hindu, iblis Rahu dipenggal karena berusaha minum air suci agar bisa abadi. Kepalanya kemudian terbang ke langit dan berusaha menelan dewa matahari. Untuk mengusirnya, masyarakat membuat keributan dengan memukul-mukul kendi atau panci.

2. Matahari dan Bulan Bertengkar

Matahari dan Bulan Bertengkar

Menurut dongeng Inuit, dewi matahari, Malina, pergi setelah bertengkar dengan dewa bulan, Anningan. Keduanya adalah saudara. Menurut legenda, gerhana matahari terjadi ketika Anningan berhasil mengejar saudarinya yang pergi menjauh. Sementara itu, suku Batammaliba yang tinggal di Benin dan Togo juga mempercayai hal yang serupa. Hanya saja mereka memiliki tradisi bahwa saat terjadi gerhana, setiap manusia di Bumi harus menyelesaikan masalah satu sama lain. Ini adalah satu-satunya cara agar matahari dan bulan tidak saling melukai.

3. Anjing Mencuri Matahari dan Bulan

Anjing Mencuri Matahari dan Bulan

Menurut legenda Korea, ada sebuah dunia atau dimensi yang tidak memiliki cahaya. Raja dari dimensi tersebut mengirimkan anjing raksasanya yang bernama Bulgae agar memburu matahari dan bulan untuk dibawa pulang ke dunianya. Saat Bulgae berhasil menggigit matahari, terjadilah gerhana matahari. Tapi saat yang digigit adalah bulan, maka terjadi gerhana bulan. Hanya saja, Bulgae dan rajanya kemudian sadar bahwa matahari dan bulan terlalu panas dan dingin sehingga mereka melarikan diri kembali ke dunianya.

4. Dewa Sedang Marah

Dewa Sedang Marah

Bangsa Yunani Kuno menyebut dewa matahari sebagai Helios. Dewa inilah yang dipercaya memengaruhi pergerakan matahari di bumi. Ketika Helios melakukan perjalanan mengendarai kereta kudanya di surga dari timur ke barat, saat itulah bumi mendapatkan cahaya. Sedangkan di malam hari, dipercaya ia melakukan perjalanan di lautan sehingga tidak terlihat di langit. Begitu pagi tiba ia muncul lagi dari timur. Karena masyarakat zaman dahulu masih belum benar-benar mengetahui tentang sistem tata surya, maka tidak heran jika muncul legenda dan mitos seperti ini untuk menjelaskan fenomena alam seperti ini. Pada kenyataannya, gerhana matahari terjadi karena posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari.

Komentar Anda

Rekomendasi Artikel