Selamat Setelah Tertimbun Reruntuhan World Trade Center
Dalam kondisi yang mustahil, orang-orang ini seakan mendapat keajaiban hingga mampu bertahan hidup.
Pada pagi hari tanggal 11 September 2001, Genelle Guzman-McMillan sedang bekerja di kantornya di lantai 64 Tower Utara World Trade Center. Di waktu itu juga, bangunan tersebut ditabrak oleh American Airlines Flight 11. Seperti yang Guzman-McMillan ingat dalam sebuah wawancara di surat kabar, awalnya tidak ada asap atau api. Perusahaan tempatnya bekerja menyuruhnya untuk tetap tinggal dan menunggu bantuan. Namun, setelah menunggu satu jam, dia memutuskan untuk menuju tangga.
Ketika turun ke lantai 13, Guzman-McMillan membungkuk untuk melepaskan sepatunya, dan tiba-tiba saja sebuah dinding roboh menimpanya. Kakinya patah tertimbun reruntuhan, kepalanya terjebak di antara dua potong beton. Satu-satunya yang bisa ia gerakkan adalah tangan kirinya. Dia membuka matanya, tapi segala sesuatu di sekitarnya berwarna hitam. Setelah 27 jam, dia mendengar suara seorang pria bernama Paul yang menyuruhnya untuk tetap tenang, bahwa regu penyelamat sedang dalam perjalanan. Guzman-McMillan telah ditemukan oleh salah satu dari 300 anjing penyelamat. Dia adalah orang terakhir yang diselamatkan dari reruntuhan. Guzman-McMillan mencoba menemukan Paul sesudahnya untuk berterima kasih, tapi tidak ada yang tahu siapa sosok Paul itu.
- Halaman Utama
- :
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5






