42 Hari Tanpa Makanan
Dalam kondisi yang mustahil, orang-orang ini seakan mendapat keajaiban hingga mampu bertahan hidup.
Helen Klaben, 21 tahun, ingin melakukan perjalanan dari Fairbanks ke Seattle, dan memutuskan untuk menghemat uang dengan terbang bersama seorang pilot amatir, Ralph Flores yang berusia 42 tahun. Ternyata pesawat itu jatuh pada 4 Februari 1963, di sebuah badai salju di bagian terpencil padang belantara Kanada. Penumpang dan pilot menderita patah tulang dan luka-luka lainnya, namun mereka masih hidup. Mereka tidak memiliki peralatan bertahan kecuali korek api, dan persediaan makanan yang terdiri dari empat kaleng sarden, dua kaleng tuna, dua kaleng koktail buah, dan sebotol pil vitamin.
Untuk menghadapi suhu malam hari yang turun serendah 42 di bawah nol (-41 Celcius), mereka membentuk selimut dari karpet pesawat. Mereka menggunakan bensin dari tangki bahan bakar untuk menyalakan api unggun. Setelah seminggu, makanan mereka habis, mereka terpaksa bertahan hidup di atas salju yang meleleh. Mereka hanya bisa meminum air yang berasal dari salju yang meleleh itu. Untungnya, penumpang dan pilot itu kelebihan berat badan, dan bisa bertahan dari lemak tubuh mereka selama 42 hari, sampai sebuah pesawat akhirnya menemukan mereka.
- Halaman Utama
- :
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5






