5 Kisah Orang yang Mampu Bertahan Hidup dari Malapetaka
Dalam kondisi yang mustahil, orang-orang ini seakan mendapat keajaiban hingga mampu bertahan hidup.
Kanal247.com - Banyak orang yang tak bisa selamat ketika berada di situasi genting seperti sebuah kecelakaan pesawat, berada berhari-hari di laut, tersesat di padang pasir yang panas, hingga tertimbun bangunan roboh. Tapi bagi orang-orang ini, keajaiban menjadi hal yang nyata. Mereka bisa selamat setelah mengalami kejadian yang sangat berat. Inilah kisah 5 orang yang telah berhasil menyelamatkan diri dari malapetaka.
1. Selamat Setelah Tertimbun Reruntuhan World Trade Center
Pada pagi hari tanggal 11 September 2001, Genelle Guzman-McMillan sedang bekerja di kantornya di lantai 64 Tower Utara World Trade Center. Di waktu itu juga, bangunan tersebut ditabrak oleh American Airlines Flight 11. Seperti yang Guzman-McMillan ingat dalam sebuah wawancara di surat kabar, awalnya tidak ada asap atau api. Perusahaan tempatnya bekerja menyuruhnya untuk tetap tinggal dan menunggu bantuan. Namun, setelah menunggu satu jam, dia memutuskan untuk menuju tangga.
Ketika turun ke lantai 13, Guzman-McMillan membungkuk untuk melepaskan sepatunya, dan tiba-tiba saja sebuah dinding roboh menimpanya. Kakinya patah tertimbun reruntuhan, kepalanya terjebak di antara dua potong beton. Satu-satunya yang bisa ia gerakkan adalah tangan kirinya. Dia membuka matanya, tapi segala sesuatu di sekitarnya berwarna hitam. Setelah 27 jam, dia mendengar suara seorang pria bernama Paul yang menyuruhnya untuk tetap tenang, bahwa regu penyelamat sedang dalam perjalanan. Guzman-McMillan telah ditemukan oleh salah satu dari 300 anjing penyelamat. Dia adalah orang terakhir yang diselamatkan dari reruntuhan. Guzman-McMillan mencoba menemukan Paul sesudahnya untuk berterima kasih, tapi tidak ada yang tahu siapa sosok Paul itu.
2. Empat Bulan Terjebak di Samudera
Pada November 1942, sebuah kapal dagang Inggris, Benlomond, meninggalkan Cape Town, Afrika Selatan dalam sebuah perjalanan melintasi Atlantik untuk mengambil kargo di Paramibo di Guyana Belanda yang sekarang menjadi negara Suriname. Tapi, saat kapal itu menempuh jarak 750 mil (1.207 kilometer) di lepas pantai Amerika Selatan, kapal tersebut diledakkan oleh kapal U-Jerman dan tenggelam. Satu-satunya yang selamat adalah seorang pelaut Cina berusia 24 tahun bernama Poon Lim yang melompat ke laut.
Berjuang ke permukaan, Lim berhasil menemukan sebuah rakitan kapal. Yang lebih ajaib lagi, ia menemukan sebuah tangki air dan beberapa kaleng makanan di antara reruntuhan yang mengambang. Dia melakukan improvisasi memancing untuk menangkap lebih banyak makanan. Lim terjebak selama 133 hari, sampai dia diselamatkan oleh nelayan Brasil 10 mil (16 kilometer) di lepas pantai. Ini adalah salah satu survival yang terlama di laut. Sebuah surat kabar lokal melaporkan, bahwa Poon kehilangan berat badan hingga 30 pound (14 kilogram), ia mengalami sakit perut yang diyakini dokter sebagai hasil makan ikan mentah. Poon beremigrasi ke A.S. setelah berakhirnya Perang Dunia II. Dia bekerja dengan Amerika Serikat Lines, dan pensiun sebagai kepala pelayan pada tahun 1983. Dia meninggal pada tahun 1991.
3. Tersesat di Padang Pasir
Pada tahun 1994, seorang atlet pentathlon asal Italia bernama Mauro Prosperi terjebak di padang pasir, dan hanya memiliki persediaan setengah botol air. Dia terpaksa meminum air kencingnya sendiri. Dua hari kemudian, dia terhuyung-huyung ke sebuah tempat peristirahatan dan melihat beberapa kelelawar. Prosperi mencengkeram beberapa ekor kelelawar, memotong kepala mereka dengan pisau, lalu mengisap isi perut mereka untuk meminum darah mereka.
Ketika tiga hari berlalu tanpa ada tanda penyelamatan, dia menggorok pergelangan tangannya dan menunggu untuk mati, tapi darahnya menebal karena dehidrasi sehingga tidak mengalir. Prosperi menganggap ini sebagai pertanda bahwa dia harus tetap bertahan dan mulai berjalan melintasi padang pasir. Pada hari ke delapan, dia menemukan sebuah oasis dan akhirnya minum air. Keesokan paginya, dia melihat beberapa gembala yang memanggil penyelamat.
4. 42 Hari Tanpa Makanan
Helen Klaben, 21 tahun, ingin melakukan perjalanan dari Fairbanks ke Seattle, dan memutuskan untuk menghemat uang dengan terbang bersama seorang pilot amatir, Ralph Flores yang berusia 42 tahun. Ternyata pesawat itu jatuh pada 4 Februari 1963, di sebuah badai salju di bagian terpencil padang belantara Kanada. Penumpang dan pilot menderita patah tulang dan luka-luka lainnya, namun mereka masih hidup. Mereka tidak memiliki peralatan bertahan kecuali korek api, dan persediaan makanan yang terdiri dari empat kaleng sarden, dua kaleng tuna, dua kaleng koktail buah, dan sebotol pil vitamin.
Untuk menghadapi suhu malam hari yang turun serendah 42 di bawah nol (-41 Celcius), mereka membentuk selimut dari karpet pesawat. Mereka menggunakan bensin dari tangki bahan bakar untuk menyalakan api unggun. Setelah seminggu, makanan mereka habis, mereka terpaksa bertahan hidup di atas salju yang meleleh. Mereka hanya bisa meminum air yang berasal dari salju yang meleleh itu. Untungnya, penumpang dan pilot itu kelebihan berat badan, dan bisa bertahan dari lemak tubuh mereka selama 42 hari, sampai sebuah pesawat akhirnya menemukan mereka.
5. Selamat Setelah Pesawat Jatuh dan Meledak
Seorang pramugari berusia 22 tahun selamat setelah pesawat yang ditumpanginya jatuh. Pada tanggal 26 Januari 1972, Vesna Vulović berangkat dari Kopenhagen dengan pesawat Yugoslavia Airlines ke Beograd, dalam sebuah tugas pekerjaan. Saat pesawat terbang melintasi apa yang sekarang menjadi Republik Ceko, tiba-tiba meledak. Tim penyelamat akhirnya menemukan Vulović di dalam pesawat yang masih berapi, kakinya menyembul dari reruntuhan dengan. Dia kehilangan banyak darah dan menghabiskan tiga hari berikutnya dalam keadaan koma dengan tengkorak retak, tiga patah tulang belakang dan berbagai macam luka lainnya. Vulović adalah satu-satunya dari 28 orang yang berada di dalam pesawat yang mampu bertahan hidup.
Secara resmi, Vulović telah jatuh lebih dari 33.000 kaki (10 kilometer), dan Guinness World Records akhirnya mengenalinya sebagai orang yang bertahan dalam kejatuhan terpanjang tanpa parasut. Pada akhir 2000-an, dua jurnalis investigasi Ceko mengklaim bahwa, berdasarkan catatan rahasia sebelumnya dari Otoritas Penerbangan Sipil Ceko, berita resmi bahwa nasionalis Kroasia telah meledakkan pesawat itu ternyata salah. Pada kenyataannya, pesawat tersebut telah ditembak jatuh oleh seorang pilot tempur Cekoslovakia yang menganggapnya sebagai pesawat musuh.






