Waspada, Ini yang Akan Dialami Tubuhmu Jika Terlalu Lama Duduk
Buat kamu pekerja kantoran yang harus duduk berjam-jam, waspada risiko yang akan terjadi pada tubuhmu ini.
Kanal247.com - Duduk terlalu lama bukanlah sebuah kebiasaan yang baik, karena tubuh berada di posisi yang sama terus menerus. Tubuh kita bukan dibentuk untuk berdiam diri melainkan harus bergerak melakukan aktivitas. Mengutip Huffingtonpost, tubuh manusia memiliki 360 sendi dan lebih dari 700 otot yang menggerakan tubuh. Di sisi lain, sistem syaraf dan pembuluh darah manusia tergantung sepenuhnya pada gerakan. Kedua sistem tersebut akan maksimal jika banyak gerakan. Lantas, apa yang terjadi pada tubuh ketika berada di posisi sama terus menerus seperti duduk berjam-jam? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Punggung dan Bahu
Bagian yang paling merasakan efek dari duduk terlalu lama adalah punggung dan bahu. Dua bagian tersebut mengalami keausan pada cakram dan sendi. Rata-rata dari kita duduk dengan posisi malas membungkuk atau menyender lemas setelah duduk lebih dari tiga menit. Posisi tersebut membuat ligamen dan otot punggung bekerja lebih keras. Bukan hanya itu, posisi kepala yang sedikit maju dan berkonsentrasi ketika di depan komputer membuat otot leher dan bahu menegang.
2. Kaki dan Pinggul
Menurut seorang dokter di apotek online MedExpress, Dr Clare Morrison, duduk terlalu lama mengakibatkan terjadinya atrofi otot di area kaki. Atrofi sendiri merupakan penyusutan jaringan otot. Bukan hanya itu, duduk terlalu lama juga menyebabkan terjadinya masalah sendi pada pinggul. Di mana otot fleksor pinggul memendek terlalu lama karena posisi duduk. Selain itu, muncul masalah sirkulasi darah yang buruk pada bagian pergelangan kaki seperti varises.
3. Sistem Jantung dan Kardiovaskular
Bagi kamu yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk dalam sehari, kamu memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi. Sebuah penelitian pada 2010 mencoba mengungkapkan perbedaan orang dewasa yang menghabiskan waktu kurang dari dua jam dalam sehari dan lebih dari empat jam untuk menonton TV. Hasilnya mengejutkan, sekitar 125 persen penyakit kardiovaskular muncul pada kelompok yang menghabiskan waktu lebih banyak duduk. Hal tersebut juga menyebabkan risiko kematian sebesar 46 persen.
Penelitian lain muncul dari University of Chester (2013) di mana disebutkan duduk mampu membakar 21 persen lebih sedikit per menit dibandingkan berdiri. Lama waktu duduk ternyata juga berpengaruh pada penonaktifan enzim lipoprotein lipase. Enzim tersebut berfungsi sebagai pemecah lemak di pembuluh darah.
4. Paru-Paru
Ketika berlama-lama duduk, paru-paru akan mengalami pengurangan jumlah oksigen yang masuk dalam tubuh. Kinerja paru-paru pun menjadi kurang maksimal.
5. Otak
Duduk terlalu lama dapat membatasi darah dan oksigen yang masuk ke otak. Hal tersebut berdampak pada menurunnya kadar hormon endorfin dalam tubuh. Hormon endorfin sendiri merupakan hormon pemicu rasa senang. Tak hanya itu, ia juga bisa memperlambat fungsi otak.
Duduk terlalu lama juga mampu memengaruhi konsentrasi. Daya fokusmu akan mengalami penurunan. Duduk terlalu lama dapat menyebabkan otak semakin lambat dalam bekerja. Penyebabnya karena kadar oksigen yang masuk dalam paru mengalami penurunan.
6. Pankreas
Pankreas merupakan salah satu organ penting dalam pencernaan manusia. Pankreas memiliki tugas memproduksi hormon dan enzim yang mampu membuat hancur makanan. Enzim penting banyak diproduksi oleh pankreas. Saat duduk terlalu lama, pankreas bekerja tidak maksimal. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kinerja. Sebuah penelitian yang muncul pada 2011 menyebutkan, salah satu faktor penyebab tingginya angka pengidap diabetes adalah duduk terlalu lama.
7. Sistem Pencernaan
Berada dalam posisi duduk terlalu lama menyebabkan terganggunya sistem pencernaan. Hal yang sering terjadi adalah kembung, mulas, atau sembelit. Beberapa hal di atas tak boleh dianggap enteng.
Setelah tahu dampaknya, kamu masih bisa menguranginya dengan beberapa hal sederhana, seperti meluangkan waktu sekitar 150 menit dalam sehari untuk berolahraga. Hal tersebut juga mampu mengurangi risiko stroke atau serangan jantung.






